x
ontario303
#
rumah, google dan pemakaman
Tags: baby
Hari-hari kelahiran bayiku sudah semakin dekat. Kalau sekarang sudah memasuki 34 minggu, itu artinya paling lama 6 minggu lagi. Soal persiapan? baju sudah, pelengkapan bayi sebagian sudah, talk, sampo dan sabun sudah. Nah, yang belum adalah rumah. Hem, dan  ini pemgeluaran terbesar dan paling vital diantara semua kebutuhan yang lain.
Inginnya sih, sebelum Pilar lahir, kami sudah punya rumah baru, tempat kami bisa membesarkan Pilar dengan nyaman. Dan itu berarti deadline untuk menemukan rumah tinggal adalah tinggal 3 minggu lagi.  Sebelumnya, kami memang sudah tenang-tenang saja karena rumah idaman sudah kami temukan. Sebuah rumah mungil dengan 2 kamar, ruang tamu, ruang tengah, ruang makan, ruang dapur, halaman depan dan halaman belakang, serta view yang cukup luas, letaknya di Kebagusan, tepat di belakang Ragunan.  Hanya saja, penghuni rumah yang bersangkutan belum pindah sampai akhir Juli ini.
Kami sudah lebih yakin lagi karena sudah ketemu dengan pengurus rumah yang bersangkutan, yakni Pak Heri, di hari Sabtu lalu di kediamannya. Kami sempat ngobrol sedikit, dan Pak Heri memastikan bahwa rumah itu tidak akan ditawarkan pada orang lain. Kami bahkan sudah mempersiapkan uang DP. Tetapi Pak Heri bilang tidak perlu dululah membawa uang DP sampai ada kepastian apakah kami bisa masuk bulan Juli atau yang agustus.Kami pun sudah menghentikan pencarian rumah.
Tetapi, baru saja aku terima kabar dari Mumu yang mengatakan kalau Pak Heri meninggal kemarin. Gila, itu dua hari setelah kami ketemu dengannya. Waktu itu dia tampak sehat-sehat saja. Tapi dia sempat terjatuh dari kursi plastik yang tampak sudah retak.  Waduh, saat itu kami sudah  ketakutan kalau-kalau dia jantungan karena jatuh itu. Tapi dia  kelihatan baik-baik saja.
Nah, itu masalahnya. Sebab, keputusan rumah itu selama ini hanya ada di tangan Pak Heri. Sampai sekarang para penghuni di kompleks rumah itu tak ada yang mengenal dan tahu siapakah pemilik rumah itu. Semua tetek bengek diurus oleh Pak Heri. Ketika dia tiada, maka masalah rumah itu pun kembali menggantung. Pada siapa kami harus memastikannya? Wah..wah..wah...gawat deh!
Memang sih aku punya feeling akan tetap bisa tinggal disitu. Dan aku merasa, yang aku perlukan tinggal bersabar saja. Memang mungkin jalannya harus berliku dulu, tapi aku merasa berjodoh dengan rumah itu. Tapi, suamiku tidak akan bisa tenang-tenang saja. Dia tidak mungkin memercayai feelingku begitu saja. Aku tahu dia orang yang sangat rasional. Tapi dalam waktu 3 minggu ini, apalagi yang harus dilakukan?
   
No replies - reply
 
#
anakku, lelaki, bung!
Tags: diary child
Mana yang lebih kau sukai, punya anak lelaki atau perempuan?
"Ah, sama saja! Aku tidak punya preferensi khusus." Itulah jawabanku kalau ditanya orang. Kehamilanku yang sudah menginjak 22 minggu, membuat banyak orang penasaran ingin tahu jenis kelamin janinku. Walau tadinya sempat cuek untuk tidak ingin tahu jendernya, lama-lama, aku jadi ikut penasaran juga.  Selama ini, aku bersabar dan mengisi pikiran-pikiranku dengan hal-hal yang positif. Aku akan mensukuri apapun yang akan diberikan Tuhan padaku. Aku tidak mau terlalu terobsesi untuk punya anak gadis, atau jejaka dan memenuhi benakku dengan bayangan-bayangan ciptaanku.
Tapi, jujur, mana yang lebih kau sukai?
"Ehm, nggak, ah! Sama saja," jawabku lagi, masih bergeming dengan pendapatku semula.
Namun kemarin adalah  momen yang bersejarah buatku, sekaligus momen yang aku tunggu-tunggu. Saatnya bertemu dokter. Maka, sudah bisa dipastikan aku akan diberitahu jender janinku saat pemeriksaan USG.
Aku begitu takjub melihat gambar 'samar-samar' di layar yang kata dokter itu adalah organ-organ bayiku. Kepala, hanya berupa lingkaran sebesar cincin besar. Ah, kepalanya sudah besar.  Oh, ya cincin itu berbentuk bulatan sempurna. Kata dokter, itu menandakan perkembangan otaknya yang sempurna. Lalu berikutnya, dokter memperlihatkan gambar jantungnya, yang sudah bekerja. Menandakan ada sosok manusia dalam tubuhku. Beralih ke tulang belakang dan tulang paha. "Panjangnya sudah sesuai dengan  umurnya," kata dokter.
"Nah, kalau ini adalah 'tit-tit'-nya," ujar dokter, spontan. 'Jadi, dok, bayiku laki-laki? Apa itu sudah pasti? " jawabku setengah tak percaya. "Capek, deh...!" dokternya cuma bilang begitu.
"Jadi, anakku laki-laki?" gumamku dalam hati, setengah bersorak.
Ah, kejutan yang aku nanti-nanti, dan kini aku mendapat kabar yang sangat menggembirakan.
Baiklah, sekali lagi, kalau harus jujur, aku sangat lega anakku laki-laki, bukan perempuan seperti aku. Setidaknya dia tidak harus menghadapi tekanan sosial ketika beranjak dewasa, tidak rentan menjadi korban pelecehan seksual, tidak akan dipaksa harus pakai jilbab, tidak akan diteriaki jalang karena sering pulang malam, tidak akan dikomentari macam-macam kalau traveling sendirian.
Masyarakat kita begitu kejam pada makhluk bernama perempuan. Itu adalah pengalaman hidupku selama 26 tahun ini. Setidaknya, anakku nanti tidak akan mengalami penderitaan dan tekanan seperti yang aku alami.
Tetapi, walau begitu, aku juga ingin anakku menjadi lelaki yang sangat hormat pada perempuan. Dia tidak akan jadi pemimpin, tapi dia akan menjadi orang paling depan yang akan membela hak-hak perempuan. Dia akan memberi jalan, perempuan harus memimpin dan bisa menentukan nasibnya sendiri.
There's so much thing I want to tell him about live.
   
     
No replies - reply
 
#
Bloody...

Malam tadi, ada satu pekerjaan yang sangat sulit kuselesaikan. Alih-alih aku mulai mengetik di komputerku, aku lari keluar. Rasanya ada yang melesak. Ada emosi yang tak bisa kukendalikan. Ingatan itu. Kepingan masa silam yang tak pernah kuakui ada dalam lembaran hidupku. Ini apa? Barangkali aku hanya membesar-besarkan masalah saja. Mungkin aku gila saja.
Maya, dari kisahmu aku bercermin. Aku tidak melihat Maya disitu, aku melihat aku, yang luka. Wis, aku ora pengin ngosak-asik gudik maneh. ojo kok pekso. Tapi kini, aku tak punya pilihan. Aku adalah Maya, Maya adalah aku. Hanya, Maya sudah selesai dan berdamai dengan dirinya. Sementara, aku belum melakukan apapun kecuali membuangnya jauh ke dalam lubang hitam kehidupan. Ku kira itu sudah hilang dan tak ada hubungannya dengan kehidupanku sekarang dan nanti. Aku salah. Aku tak pernah selesai dengan masa laluku. There was only, silence..
Sekeluarnya aku dari rumah, jam menunjukkan pukul setengah delapan malam. Tak seperti biasanya yang hujan, malam itu cukup cerah, bulan penuh mengeluarkan warna kuning telur matang. Purnama, seperti di atas langit lembah Bulaksumur yang kerap ku lalui. Aku tak tahu mau kemana. Untuk apa. Tanpa arah, tanpa tujuan.
Yang aku tahu, aku harus bicara dengan seseorang. Bukan untuk apa-apa. Seseorang yang bisa menjangkau jauh ke dalam diriku dan menembus dinding egoku. Ke dalam masa silamku. Ke dalam gelapku. Ke dalam lukaku.
If I had choices that nite, I will choose death rather than to see that pain. Menambah barisan proyek melancholyku waktu itu, sederet daftar mereka yang memilih mengakhiri hidupnya di usia yang masih muda, River Phoenix, Jim Morrison, Kurt Cobain, lalu pagi tadi aku membaca tentang Basquiat, mati sebelum umurnya 28 tahun.
I choose to live. But inside me, it's already broken. I live with my death body. I'm worse than death. I'm just a piece of shit!Bloody!!
I'm insecure. I'm frightened. L'ennui.., this anxiety, fatigue. How can I deal with that? Run and run and run...
What makes me happy? What makes me secure? What makes me comfort? I dont know.Aku harus berpikir dulu sementara berpikir membuatku sangat lelah. hal yang paling membuatku muak adalah mebicarakan tentang diriku. Aku bisa mengobrol tentang apapun, tapi jangan suruh aku bicara siapa aku. Itulah aku.
Kecemasan itu, bagaimana mengeluarkannya?
Hidupku itu, bagaimana melanjutkannya?
Adakah waktu akan membuatnya selesai?

No replies - reply
 
#
work hard party hard
that's what everyone in Jakarta wants. Do I? But I dont like party. What kind of party is fun? I am just a people who stands in between, I am not that kind.
No replies - reply
 
Calendar

January 2012
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031

June 2007
12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

March 2007
123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031


Older

Recent Visitors

January 27th
google

January 24th
google

January 23rd
google

January 22nd
google

January 21st
google

January 20th
google

January 19th
google

January 13th
google

January 11th
google

January 10th
google

January 9th
google

January 8th
google